Eko Nugroho

Eko Nugroho (lahir tahun 1977 - Indonesia) adalah seniman kontemporer level internasional yang tinggal di Yogyakarta, salah satu pusat seni yang utama di Indonesia. Setelah lulus dari Institut Seni di kota yang sama, latar belakangnya dalam seni jalanan dan karya seni berbasis komunitas adalah aspek representatif dari kumpulan karyanya yang terus bertambah. Dari lukisan, gambar dan sulaman, hingga mural, patung, atau video, karya-karyanya sangat melekat pada tradisi lokal dan lingkungan perkotaan. Ciri khasnya terdiri dari bahasa visual baru di mana pesan-pesan politik secara main-main dikaitkan dengan estetika seni jalanan, grafiti, dan komik.

Nugroho telah mengadakan berbagai pameran tunggal di antaranya: Di Situs: Eko Nugroho/ Wayang Bocor, Asia Society, New York, USA (2017), WAYANG BOCOR, University of North Carolina at Chapel Hill, NC, USA (2017), LOT LOST, Galeri Seni New South Wales, Sydney, Australia (2016), WE ARE CONCERN ABOUT NOTHING, Arario Gallery, Seoul, Korea (2013), at the Singapore Tyler Print Institute, Singapura (2013), Musée d'Art Moderne de la Ville de Paris, Prancis (2012), Seni Rupa Peking, Beijing, Cina (2009), Museum Seni Kontemporer Kiasma, Helsinki, Finlandia (2008), dan Artoteek, Den Haag, Belanda (2005).

Karya-karyanya telah dikoleksi di lembaga-lembaga internasional besar seperti: Musée d'Art Moderne Paris, The Guy & Myriam Ullens Foundation, Singapore Art Museum, Musée des Beaux-arts de Lyon, Artnow International A3 Collection San Francisco USA, Tropen Museum Amsterdam Netherland, Koleksi Arario Cheonan Korea, Galeri Seni Queensland | Galeri Seni Modern Brisbane Australia, Asia Society Museum New York USA, dan masih banyak lagi.
Instalasi ini menggambarkan dinamika pada fenomena virus Covid-19 yang telah melanda dunia. Destroyed in Peace, atau Hancur dalam Kedamaian, merefleksikan bagaimana dunia telah mengalami sebuah kehancuran dalam kedamaian lantaran kita semua berperang dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat, namun menciptakan banyak korban jiwa. Kita melawan dalam kesedihan, kesepian, dan kesendirian. Tampak seperti pertempuran dengan hantu, dengan sesuatu yang tidak diketahui. Bentuk pertempuran manusia saat ini terhadap virus seperti perang yang sangat misterius dimana banyak manusia hilang, sama kondisinya seperti terimbas perang atau bencana alam.

Karya Instalasi ini terdiri dari karya bordir, lukisan, dan beberapa patung. Karya bordir mencerminkan bentuk invasi masif terhadap sejarah atau manusia itu sendiri. Keempat panel lukisan menyimbolkan situasi dan kondisi pada beberapa figur dalam menghadapi virus Covid-19 dalam berbagai perannya hingga memunculkan sosok manusia baru yang mencerminkan kesegaran dan harapan baru dalam menghadapi peradaban pasca-pandemi. Karya patung berupa beberapa tengkorak menyimbolkan penderitaan yang dialami oleh manusia dan akibat dari virus ini, sekaligus memberikan penanda bahwa inilah era dimana kita menghadapi sebuah pertempuran dan kehancuran manusia; hilangnya peradaban manusia dengan sunyi senyap.