Samsul Arifin

Seorang seniman yang dikenal dengan karya lukis, instalasi dan patungnya, baik di pameran Indonesia maupun internasional. Dengan membangun ikon khusus yang menyerupai boneka, ia bermain-main dalam wilayah presentasi, produksi, material, medium hingga konteks. Melalui penemuan awalnya terhadap bentuk boneka ini ketertarikan dan relasinya akan menjahit, dan pengolahan benda lunak terlihat. Namun eksplorasinya ini terkait dengan kenangan dan pengalaman tertentu.
Samsul, seperti karya-karya dia sebelumnya menggunakan simbol boneka dan pensil dalam lukisannya. Isu pendidikan dan pengetahuan menjadi concern Samsul sejak dahulu. Dalam karya ini, Samsul menambahkan bagian jangka pada kaki dan tangan pada sosok bonekanya, sebagai metafora dari para difabel (tuna daksa), yang meskipun memiliki kelainan bentuk atau kecacatan fisik namun mempunyai kelebihan lainnya, seperti halnya fungsi jangka yang bermacam-macam. Jangka (dan mistar) juga dipakai sebagai simbol arsitektur masa lalu. Jangka tidak hanya untuk membuat garis lingkaran, namun juga dapat dimaknai sebagai panjangka (meramalkan sesuatu yang belum terjadi).

Melalui karya ini, Samsul mengajak kita untuk merenungkan kembali peran para difabel, yang sekarang sering dianggap liyan, disingkirkan dalam masyarakat. Difabel dapat memotivasi kita untuk lebih peduli dan menghormati sesama manusia.