Duto Hardono

Duto Hardono (lahir 1985, Indonesia) adalah seorang seniman visual, musisi eksperimental dan dosen yang berbasis di Bandung, Indonesia. Ia telah memamerkan karya-karyanya dan tampil secara internasional di beberapa tempat ternama, diantaranya Stedelijk Museum voor Actuele Kunst (Belgia), Hara Museum of Contemporary Art (Jepang), Haus der Kulturen der Welt (Jerman), dan National Gallery of Australia (Australia). Duto juga telah berpartisipasi dalam berbagai pameran dan acara yang diakui, termasuk Shanghai Biennale (2012), Biennale Jogja (2013), Saitama Triennale (2016), Europalia Festival (2017), Contemporary Worlds: Indonesia (2019) dan Asia TOPA (2020). Karya-karya Duto yang telah diikutsertakan dalam pameran maupun acara tersebut melipui instalasi suara, kolase, spesifik situs, serta karya-karya immaterial terbaru yang berdasar pada skor teks/instruksi.

Sebagai musisi, praktiknya melibatkan komposisi minimal menggunakan gulungan pita magnetik (tape loop), musik Konkrit, hingga improvisasi dengan penyintesis (synthesizer) modular. Ia mengajar seni bunyi (sound art) dan pertunjukan di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung dan menjalankan platform publikasi/label musik bernama Hasana Editions.

Variation for Breaths
Performance and Sound composition
variable dimensions
2021
Variation for Breaths adalah aransemen bunyi yang dihasilkan dari sebuah performans. Duto meminta sejumlah penampil untuk berlari mengikuti sebuah rute yang telah ditentukan. Materi untuk komposisi bunyi ini adalah tarikan dan hembusan napas yang direkam ketika para penampil itu sampai di garis akhir, berhenti berlari, tersengal-sengal dan mulai mengatur ritme nafas mereka. Perbedaan tempo tarikan dan hembusan nafas menghasilkan variasi yang tak terduga. Aransemen bunyi ini selesai ketika semua pelari telah kembali bernafas seperti biasa.

Duto menciptakan komposisi ini dari ketidakpastian dan ketidakterdugaan: Sebuah gestur simbolik tentang perjuangan untuk bisa kembali ke kondisi normal.

Projek ini berkolaborasi dengan
Asita Kaladewa
Febrinawan “Giant” Prestianto
Galuh Putri Satyarini
Gilang “Gilbo”
Siska Aprisia
ARTJOG