Vienasty Rezqina

Lahir pada tahun 1994, Vienasty Rezqina adalah seorang seniman yang menetap di Bandung. Lulus dari FSRD ITB jurusan seni lukis pada tahun 2017, Vienasty kerap berpartisipasi dalam beberapa pameran dan perhelatan seni rupa diantaranya Art Jakarta 2017 bersama BEKRAF, Art Jakarta 2018 bersama ROH Project, pameran grup “Deciphering Clothes” di Hatch Art Galery Singapura, pameran grup “All The Small Things” di CANS Galery Jakarta, dan mendapat penghargaan Cross Section Award pada acara TOP Generation 2.0: Muda Kaya Karya di Jogja Nasional Museum yang diselenggarakan oleh TOP COFFEE.
Dalam berkarya Vienasty tertarik pada persepsi generik dan persepsi stereotipikal mengenai citra visual yang muncul dari internet, membuat ia memiliki rasa penasaran bagaimana sebuah layar menjadi sebuah realitas baru mengingat manusia jaman sekarang lebih tervisualisasi dibandingkan sebelumnya. Rasa penasaran ini yang membuat Vienasty seringkali mencari kemungkinan-kemungkinan baru dari praktik seni lukis dan atau seni dua-dimensional di zaman yang serba artifisial ini. Vienasty kerap mengaplikasikan gaya jukstaposisi image pada lukisannya dengan kualitas-kualitas gambar yang telah didigitalisasi. Kini Vienasty fokus menjalani pekerjaan sebagai seniman dan Art Toy maker.
Karya ini hendak menangkap gerak waktu dalam tren budaya visual. Dalam budaya visual, masa lalu dan masa kini ternyata terhubung dengan jelas. Perubahan tren adalah perubahan bahasa dan medium. Sementara esensinya masih sama. Ia hanya hadir berulang-ulang dalam kemasan yang berbeda.

Karya ini menghadirkan kembali sebuah lukisan Hindia molek (Mooi Indie), oleh Basuki Abdullah, dengan menggunakan bahasa dan medium yang berbeda-beda. Dengan mengadopsi bahasa dan medium visual yang pernah menjadi tren sepanjang 1960 hingga 2020, karya ini menghadirkan “kekinian” pada periode yang berbeda-beda.