Meliantha Muliawan

Meliantha Muliawan (b. 1992, Pontianak) artistic practice is centered on her observation of domestic objects in her environment. Her interest is to understand the functions and roles of these objects in our daily lives, in relation to human behavior and the social situations we find ourselves in.
Muliawan graduated with a Bachelor of Fine Art from Bandung Institute of Technology (2014) and is currently working and living in Depok. She has won UOB Painting of the Year Indonesia 2021, and emerged as one of the top 3 finalists for Young Artist Award at ARTJOG 11 in 2018. She has exhibited in Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Singapore and Melbourne, including the Biennale Jogja Equator 5 2019, Art Jakarta 2018, ART JOG 2018, and ART BALI 2018.
Karya ini terinspirasi dari cerita seorang filsuf Tiongkok bernama Zhuangzi (Chuang-tzu) (369 SM sampai 286 SM) yang bermimpi menjadi seekor kupu-kupu. Terbangun dari mimpinya, ia mempertanyakan apakah ia seorang manusia yang bermimpi menjadi kupu-kupu, atau kupu-kupu yang bermimpi menjadi seorang manusia. Perumpamaan mengenai 'transformasi diri' melalui proses 'kesadaran' yang lebih tinggi.

Meliantha Muliawan menemukan ketertarikan lain dalam cerita mimpi Zhuangzi: bagaimana menempatkan diri pada posisi lainnya. Manusia sebagai makhluk berpikir kerap menjadikan segala yang ada di luar dirinya sebagai objek pikirannya. Namun baginya, ketidaktahuan hadir ketika kita tidak sepenuhnya mencoba membayangkan dan memahami keadaan yang ada selain dari diri kita. Terlebih lagi sebagai seekor kupu-kupu kecil.

Dalam karya ini, Muliawan menampilkan sejumlah kepingan yang sekilas menyerupai bentuk kupu-kupu. Seperti sedang menggerogoti objek keseharian, dia berusaha membalikan realitas melalui ilusi tentang siapa yang lebih berkuasa dan tidak. Barangkali pertanyaan mengenai realitas dan ilusi ini dapat menjadi lebih sederhana ketika kita dapat membayangkan menukarkan posisi kita pada posisi lainnya.