Theresia 'Tere' Agustina Sitompul

THERESIA 'TERE' AGUSTINA SITOMPUL (Lahir di Pasuruan, 1981)
Karya saya berurusan dengan isu-isu tentang ingatan (pribadi), identitas, dan penulisan ulang sejarah di dalam perspektif yang intim untuk membaca konteks sosial. Jadi, objek visual hanya mewakili kenangan saya dari narasi tertentu yang telah diterima begitu saja sebagai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
Di satu sisi, dengan membuat objek, saya ingin menjembatani dialog antara ingatan saya dan hidup aktual saya, dan mencerminkan saat mengingat dan melawan lupa.
Saya mengambil inspirasi dari hal-hal sederhana dalam hidup. Kehidupan sehari-hari saya, kaitannya dengan sisi pribadi saya, agama--termasuk dilema kompleks identitas saya sebagai seorang wanita, seorang ibu, dan juga tentang nilai-nilai dalam hidup yang saya anggap sebagai kebenaran yang diberikan. Saya mencoba menulis ulang dan membuat ulang sesuatu yang mungkin diterima begitu saja atau dilupakan.
Sementara saya suka mendapatkan inspirasi juga dari desain dan budaya pop, dongeng dan lain-lain.
Saya menyadari bahwa hidup adalah tentang seni. Kita dapat melihat seni dalam banyak aspek kehidupan kita, dan dengan melihat seni, hidup telah diperkaya oleh perspektif yang berbeda.
Di masa ini, konflik menjadi hal yang nyaris dimaklumi untuk terjadi di dalam dimensi kehidupan manusia. Ruang sosial dipengaruhi oleh terpaparnya informasi yang merembes ke dinding-dinding terkecil, yang paling personal, seperti di rumah.

Konflik, perseteruan ataupun perang ada karena hubungan antara manusia itu sendiri dan mewarnai sejarah kehidupan. Peperangan bisa terjadi dikarenakan perselisihan kedua pihak yang tidak mau mengalah satu dengan lainnya untuk suatu kepentingan.

Perseteruan, konflik yang terjadi dengan dasar kepentingan golongan dan pribadi membuat muncul pertanyaan " Di mana Kemanusiaan Berada". Hal yang sangat mendasar dan hidup sebagai manusia adalah manusiawi dan kemanusiaan. Rumah-rumah atap menjadi transparan dapat melihat keluar, meski di dalamnya, jelas hanya tembok dan tanpa atap. Makanan menjadi gumpalan-gumpalan besi-besi panas gosong yang terbang dan membumihanguskan. Di mana kemanusiaan berada? Harus segera bangun dari istirahat saat bunyi alarm itu sebagai tanda peringatan. Lalu bertanya lagi "Di mana kemanusiaan berada?".