R.E. Hartanto

R.E. Hartanto lahir di Bandung, 1973. Lulus dari Studio Seni Lukis, Jurusan Seni Murni, FSRD - ITB, pada tahun 1998. Sejak 1998 hingga kini Hartanto berkiprah sebagai perupa dengan berkarya, mengikuti pameran kelompok dan pameran tunggal, membuat lokakarya dan proyek seni rupa, juga mengikuti program artist in residence di berbagai kesempatan. Selain itu Hartanto juga mengajar kursus, menulis blog, dan membuat podcast seni rupa.
Karya ini merupakan kelanjutan dari serial karya sebelumnya, yaitu Cold Memory #1 (2003) yang diciptakan di Moriya, Jepang. Berupa karya instalasi yang terdiri dari tiga buah matras tentang slogan propaganda Jepang saat melakukan invasi ke Asia Tenggara di masa Perang Dunia II. Sedangkan Cold Memory #2 (2009) yang dipamerkan di Jakarta Biennale XIII, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta mengangkat tema proses penangkapan S.M. Kartosuwiryo oleh tentara Siliwangi (pimpinan Mayjen TNI Ibrahim Adjie) pada bulan Juni, 1962 dalam bentuk animasi stop-motion.
Selanjutnya pada Cold Memory #3, dipilih momen eksekusi mati S.M. Kartosuwiryo—di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, pada bulan September 1962—sebagai waktra karya kali ini dengan metode mengambil sesuatu dari masa lalu, dibawa ke masa kini, untuk mempertanyakan masa depan. Simbolisasi sosok S.M. Kartosuwiryo yang berubah menjadi asap adalah untuk memaknai fundamentalisme Islam dan kepercayaan pada pan-Islamisme di wilayah Asia Tenggara yang masih akan mewarnai perjalanan sosial politik Indonesia hingga masa mendatang.