Muhammad Akbar

Lahir di Bandung 1984, mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (lulus 2007) Jurusan Pengajaran Bahasa Prancis, Magister Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (lulus 2012). Bekerja menggunakan multi media, video, gambar bergerak, citra digital, hingga pemotongan kertas, praktik artistiknya berdasar pada kesadaran diri seperti yang dilihat oleh orang lain dan seperti yang kita lihat pada orang lain, yang menubuh dalam peran kita sehari-hari yang saling bertukar antara sebagai tontonan dan penonton., saya mampu mengajak penonton untuk mempertanyakan keadaan dualitas ini dan kesadaran mereka akan visi sebagai bentuk kontrol sosial.
Seri-seri karya Akbar yang menampilkan langit sangat berhubungan erat dengan masa awal pandemi, ketika ia sangat rindu berada di luar ruangan. Ia membayangkan bagaimana caranya memotong langit (dari luar ruangan) lalu membawa pulang ke rumah (ke dalam ruangan). Sekalipun langit yang dibawa tidaklah nyata, namun dengan pikiran, kita masih bisa berpetualang, mencari hal-hal yang tak kasat-mata, agar merasa hadir di sana.

Karya ini adalah tentang ketenangan yang berbaur dengan penyesalan terhadap masa lalu dan rasa takut dan cemas terhadap apa yang menghadang dalam ketidakpastian masa depan. Ruang dan waktu seolah-olah berulang. Siapa dan apa yang benar dan salah semakin kabur. Optimisme rontok oleh hembusan dan hirupan napas, oleh sentuhan yang kecil namun menular.