I Nyoman Masriadi

Masriadi lahir 1973, di Gianyar, Bali dan mengenyam pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, di mana dia tinggal bersama istrinya Ana dan 3 anaknya.

Karirnya yang termasuk fenomenal adalah kisah sukses dari bawah yang tersusun dari gabungan kejeniusan kreatif, kepekaan budaya, dan penolakan untuk berkompromi. Lukisan-lukisan Masriadi sering menggambarkan sosok manusia super yang narasinya, walau berakar pada sejarah budaya Indonesia, menawarkan komentar sosial yang jenaka dan sering menggigit tentang kehidupan kontemporer dan budaya pop global.

Seperti yang dijelaskan Ashley Bickerton; Kosakata visual Masriadi terus menyegarkan dan secara kontemporer relevan. Nicholas Olney, direktur Galeri Paul Kasmin New York, mengingat kesan awalnya tentang pameran ini: “Humor dan kecerdasannya langsung muncul”, katanya. "Orang ini berbicara di tingkat global".

Melalui keahliannya mengontrol cahaya, bayangan, dan volume, Masriadi menganugerahi karakter-karakter monumental dari karya-karyanya dengan kehadiran pahatan yang hampir menyerupai unsur tiga dimensi. Kadang-kadang karakter ini muncul dalam peran tipikal pahlawan buku komik, koboi, tentara, dan atlet, tetapi sama seringnya, mereka hanyalah pria dan wanita bertubuh kuat yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas soliter yang menunjukkan kekuatan atau momen-momen kerentanan pribadi.
Masriadi terkenal dengan sosok dalam lukisannya yang memperlihatkan pria bertubuh kekar, yang merupakan representasi dari kegemaran masa kanak-kanaknya akan buku komik tentang para superhero yang punya kekuatan fantastis plus tubuh kuat ekstra berotot mereka, hingga ke masa dewasanya sebagai tambahan untuk membuat imajinasi , termasuk kegilaannya bermain video games.

Kali ini sosok berotot bagaikan binaragawan tersebut serta teks “I am metekol” (saya kekar) adalah penggambaran dari kebugaran, kekuatan dan kesegaran manusia yang sangat diperlukan dalam kondisi pandemi covid ini. Namun, di sisi lainnya bentuk tubuh yang kekar tersebut tidak pula secara otomatis menjamin 100% dapat terhindar dari serangan virus. Kondisi tubuh yang fit memang penting, namun kesadaran menerapkan protokol kesehatan juga jauh lebih penting.