Instruments of Liberty Marker: An Entity, 100 Years Away
(Instrumen Penanda Kebebasan: Suatu Kesatuan Usaha, 100 Tahun Kemudian)
2023 | digital print on neon box
variable dimensions
Instruments of Liberty Marker: An Entity, 100 Years Away
(Instrumen Penanda Kebebasan: Suatu Kesatuan Usaha, 100 Tahun Kemudian)
Material Rendition of Makanan Tidak Mengenal Ras by Krisna Murti (1999),
Material Rendition of The Flower by Arahmaiani
2023 | digital print on neon box
60 x 80 cm each
Instruments of Liberty Marker: An Entity, 100 Years Away
(Instrumen Penanda Kebebasan: Suatu Kesatuan Usaha, 100 Tahun Kemudian)
Material Rendition of Lure Series by Tintin Wulia (2012),
Material Rendition of Rantai Yang Santai by FX Harsono (1975)
2023 | digital print on neon box
60 x 80 cm each
Instruments of Liberty Marker: An Entity, 100 Years Away
(Instrumen Penanda Kebebasan: Suatu Kesatuan Usaha, 100 Tahun Kemudian)
Material Rendition of Aksi Kamisan di Depan Istana Negara Jakarta (2007-Current)
2018 | digital print on neon box
100 x 200 cm
Yaya Sung lahir pada 1986 di Jakarta. Belajar di Universitas Pelita Harapan, Tangerang (Jawa Barat) dan Cambridge School of Visual and Performing Arts di Cambridge, Inggris.
Karya-karya Yaya Sung berbentuk light box adalah perekaan kembali atas citra visual karya sejumlah seniman Indonesia ternama yang sudah dikalibrasi melalui komputer. Karya-karya itu dipilih karena popularitasnya yang bertahan dan keperintisannya ketika karya itu dibuat. Termasuk sebuah karya seniman yang kritis mempersoalkan identitas yang sering dihadapi oleh warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Yaya Sung memperlakukan semua karya itu dan mereka-ulangnya seperti sebuah seri karya fotografi alam benda yang subtil. Karya-karya para seniman itu adalah Lure Series (2012), karya Tintin Wulia; Rantai yang Santai (1975), karya FX Harsono; The Flower, karya Arahmaiani; dan Makanan Tidak Mengenal Ras (1999), karya Krisna Murti.
Pada satu sisi sang seniman mengagumi kepeloporan karya-karya ini sebagai ikon seni rupa. Pada sisi yang lain, dengan menjadikan semua citranya monokrom ia juga mendekontekstualisasi dan tanpa sengaja mendepolitisasi atas pesan-pesan pada karya asli. Semua seniman yang karyanya yang diapropriasi membuka jalan bagi generasi yang lebih muda, di mana Yaya Sung kini menjadi bagiannya.